Kepri (Kepulauan Riau) merupakan provinsi termuda yang ada di Indonesia tetapi bukan berarti karena baru seumur jagung kegagahannya tidak tampak. Hal ini disebabkan karena Kepri berada di jalur perdagangan dan pelayaran yang strategis serta akan dibukanya FTZ (Free Trade Zone) di kota dan kabupaten yang ada di Kepri, yaitu Batam, Bintan, Karimun, juga sebagian Tanjung Pinang. Dengan akan dibukanya FTZ akan menambah peluang bagi Provinsi Kepri untuk berkancah di dunia internasional. Hal ini patut dibanggakan dan disyukuri agar di tahun-tahun ke depan, Kepri dapat lebih memanfaatkan segala potensi yang ada di Kepri.
Seperti yang kita ketahui, tiada gading yang tidak retak yang berarti tiada yang tidak memiliki kelemahan. Kestrategisan letak ini juga menimbulkan berbagai problema bagi masyarakat Kepri karena para oknum-oknum yang tidak memiliki nurani menggunakannya untuk memajukan “bank saku” kepunyaannya bukan untuk memajukan “bangsa ku” Bangsa Indonesia. Dampak negatifnya dapat dilihat dari salah satu kota yaitu Batam yang menjadi incaran para “mami-mami dan kupu-kupu malamnya”, pengimporan yang ilegal, serta maraknya Narkoba yang memiliki dampak sangat berbahaya terutama bagi para pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus.
Narkoba bukanlah hal asing atau tabuh lagi untuk didengar karena semakin maraknya peredaran dan pemakai Narkoba di Indonesia dan khususnya yang ada di sekitar kita. Sebelum lanjut membahas tentang peredaran Narkoba, dampak Narkoba, dan cara mengatasinya, sebaiknya kita membahas sekilas tentang narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya atau juga dikenal dengan sebutan NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif). Narkoba memiliki berbagai jenis mulai dari ganja, shabu-shabu, putauw, pil ekstasi, dan lain-lain. Ada beberapa jenis Narkoba yang digunakan untuk medis dan ada beberapa Narkoba yang dilarang dan tidak digunakan lagi dalam medis karena tingkat keadiktifannya yang berlebihan. Akan tetapi, banyak oknum-oknum yang menjadikan Narkoba sebagai lahan bisnis dengan memanfaatkan keadaan psikologis seseorang.
Pada saat ini, penyalahgunaan narkoba bukan hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa yang telah memliki kemapanan dari segi ekonomi, para pelajar yang masih duduk di bangku sekolahpun telah menggunakannya. Parahnya lagi pelajar yang menyalahgunakan Narkoba bukan hanya yang duduk di bangku sekolah menengah saja, tetapi sudah melebar lebih jauh lagi kepada pelajar-pelajar yang duduk di bangku SD (Sekolah Dasar). Bagaimana nasib Kepri di masa yang akan datang jika para generasi penerusnya yang masih dikatakan sangat dini sudah dicemari oleh kehajanaman Narkoba?
Banyak sekali kerugian yang diberikan oleh penyalahgunaan Narkoba mulai dari gangguan secara fisik sampai psikis kepada pemakainya. Secara fisik, Narkoba dapat menyebabkan seseorang kehilangan daya tahan tubuh, menimbulkan infeksi HIV/AIDS, serta kerusakan syaraf-syaraf yang jika pemakaiannya berkelanjutan secara terus-menerus dapat membawa korban ke jurang maut. Secara psikis dapat membuat seseorang kehilangan semangat, malas, dan lebih memilih mengurung diri untuk menghibur dirinya sendiri.
Kerugian dari penyalahgunaan Narkoba tidak hanya berdampak bagi diri sendiri tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, sampai kerugian untuk bangsa dan negara yang kita cintai bersama. Kerugian ini terjadi karena perubahan perilaku pengguna Narkoba yang telah merasa kecanduan untuk terus-menerus mengonsumsi Narkoba. Pemakai Narkoba ini akan melakukan apapun dan bagaimanapun untuk memenuhi kebutuhannya terhadap Narkoba tersebut dan mereka tidak segan-segan untuk melakukan tindak kriminal, seperti mencuri jika mereka tidak memiliki uang untuk membeli Narkoba. Dengan ketidakstabilan jiwa dan raga para penyalahguna Narkoba akan menambah tinggi angka kriminalitas.
Perkembangan penggunaan Narkoba yang cukup pesat, ini terjadi karena disebabkan beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:
1. Dari masalah-masalah yang dialami diri sendiri.
2. Pergaulan yang kurang sehat.
3. Ketidaksengajaan yang berkelanjutan.
4. Kestrategisan Kepri untuk dimasuki Narkoba.
Masalah-masalah yang dialami seseorang terkadang membuat pikiran seseorang menjadi kacau sehinga tidak dapat berpikir jernih dan sulit memilih jalan keluar yang tepat. Jalan keluar yang kebanyakan dipilih adalah penggunaan Narkoba yang dapat memberikan kenikmatan sesaat dan mengeluarkan mereka dari problema yang dihadapi padahal pengunaan Narkoba adalah awal yang sangat buruk dan memperburuk masalah yang dihadapi. Di situasi yang seperti ini dukungan keluargalah yang sangat besar manfaatnya, para orang tua harus lebih mendekatkan diri kepada anak dan menanamkan ajaran agama karena saat ini beberapa orangtua lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan atau urusan pribadinya daripada memberikan pengawasan kepada anak, sehingga anak bergaul secara bebas karena merasa kesepian dan butuh perhatian. Hal pertama dalam mencegah seorang anak jatuh ke Narkoba adalah pengawasan orang tua dan penanaman ajaran agama sedini mungkin di keluarga. Orang tua atau anggota keluarga lainnya harus dekat dan peduli satu sama lain sehingga jika seorang mengalami masalah Ia tidak memilih Narkoba sebagai jalan keluarnya.
Merajalelanya penyalahgunaan Narkoba dipengaruhi oleh pergaulan yang kurang baik. Pada usia remaja, pergaulan merupakan hal utama karena masa remaja adalah saatnya puberitas yang merubah tingkah pola seseorang. Pergaulan dapat mempengaruhi perilaku seseorang dari yang kurang baik menjadi baik ataupun sebaliknya dari yang baik menjadi kurang ajar. Penyalahgunaan Narkoba terjadi jika seseorang berteman dengan orang lain yang telah menggunakan Narkoba sehingga Ia dituntut untuk memakainya karena ingin dianggap sebagai bagian dari kelompok. Banyak para remaja yang menganggap Narkoba adalah trend yang harus diikuti karena jika tidak diikuti berarti mereka tidak gaul. Kelabilan psikis dan tafsiran yang salah inilah yang membuat para remaja mendominasi tingkat persentase tertingi sebagai penyalahguna Narkoba.
Untuk menghindari sosialisasi yang kurang baik, diperlukan kesadaran dan pemahaman dari dalam diri seseorang sehingga dapat memilih teman yang baik dan teman yang buruk. Memilih teman dapat dilakukan dengan hati nurani, biarlah dianggap tidak gaul oleh kelompok “gaul” tetapi baik diseluruh mata dunia. Dalam hal ini, seorang remaja dapat menambah teman dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya, atau menjadi anggota organisasi seperti karang taruna, pramuka, Osis, Rohis, PMR (Palang Merah Remaja) dan lain-lain. Selain mendapat teman juga akan mendapat tambahan wawasan yang membuat seseorang lebih berpikir dewasa.
Para oknum-oknum yang mencari keuntungan sendiri sering terkadang memilih para anak-anak dan remaja sebagai lahan bisnisnya. Mereka membujuk dan menawarkan Narkoba secara gratis untuk dua atau tiga kali setelah merasa bahwa korban cukup kecanduan, barulah mereka menjualnya sehingga korban dengan terpaksa harus membeli Narkoba, bagaimanapun dan apapun caranya sehingga jika Ia pelajar maka Ia akan menggunakan uang komite untuk membeli Narkoba atau mencuri. Pengawasan teman, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk melihat oknum-oknum tersebut. Seseorang juga harus dapat mengatakan TIDAK untuk sesuatu yang belum diketahuinya terlebih lagi dari orang yang belum dikenalnya. Jangan sampai termakan bujukannya dan jika perlu berlarilah dari orang yang menawarkan sesuatu yang bersifat membujuk dan memaksa.
Kepri memiliki letak yang sangat strategis untuk jalur pelayaran dan perdagangan, mulai dari perdagangan elektronik, perhiasan, sampai menjadi jalur perdagangan Narkoba. Bahkan menurut isu-isu yang beredar pernah terdengar bahwa Batam akan dijadikan pabrik Narkoba se-Asia Tenggara. Hal ini walaupun belum jelas kepastiannya tetapi harus cepat ditindaklanjuti oleh Pemerintah dan aparat keamanan. Seperti yang kita ketahui untuk masuk ke Provinsi Kepri cukuplah mudah karena Kepri terdiri dari pulau-pulau yang memiliki banyak titik masuk dari pelabuhan legal sampai pelabuhan para tikus-tikus. Aparat keamanan sebaiknya lebih memperketat penjagaan di titik-titik masuk wilayah Kepri dan memonitori para pendatang terlebih lagi dari pelabuhan ilegal. Dinas Perhubungan ataupun bea cukai sebaiknya lebih memperketat penjagaan dan pengawasan tehadap berang-barang yang masuk ke wilayah Kepri. Satu hal yang perlu dicamkan adalah jika tiada penjual Narkoba maka bisa dipastikan tidak ada juga pemakai di Provinsi Kepri.
Tindakan yang harus dilakukan bagi seseorang yang telah dicemari Narkoba yaitu dengan pendekatan, bukan menjauhinya karena akan menambah seseorang semakin terpuruk dengan keadaannya. Para penyalahguna Narkoba sebaiknya diayomi bersama dan dituntun keluar dari kegelapan dengan membawa ke panti rehabilitasi dan lebih diawasi, diperhatikan dan diajak untuk mengikuti kegiatan bermanfaat sehingga tidak kembali menggunakan Narkoba.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, itulah pepatah yang sering digunakan. Dalam hal pencegahan penyalahgunaan Narkoba akan sangat efektif jika diawali dari diri sendiri. Pemuda yang menjadi incaran utama dari Narkoba dapat melakukan banyak kegiatan positif untuk menghindari dirinya sendiri dari kejaran Narkoba yang akan selalu mengejarnya. Kegiatan tersebut antara lain:
1. Mengikuti perlombaan sesuai kemampuan, misalnya lomba karya tulis, menggambar poster, membaca puisi, dan lain-lain.
2. Meningkatkan minat baca sehingga pemuda dapat menambah wawasan dan menjadi pemuda yang dapat memberikan ide-ide terbaik untuk memajukan bangsa, bukan menjadi pemuda yang hanya bisa berdemo saja.
3. Melakukan eksperimen kecil-kecilan yang bersifat sederhana tetapi menggunakan teori-teori pelajaran.
4. Mengembangkan kemampuan dalam bidang olahraga khususnya untuk anak laki-laki yang menambah stamina.
5. Membuka usaha untuk menambah uang saku, seperti membuka les, membuat kerajinan dari barang-barang bekas atau tumbuhan perusak lingkungan (eceng gondok yang dapat menyebabkan banjir, daun-daun yang berserakan sehingga menambah sampah, dan lain-lain).
Disamping mendapat keuntungan tersendiri dengan melaksanakan kegiatan tersebut, pemuda tidak akan pernah terpikir untuk menggunakan Narkoba. Pelaksanaan kegiatan kelima sebaiknya disosialisasikan bagi masyarakat karena selain menambah keuntungan pribadi juga menjadikan sampah sebagai sahabat.
Para pengedar Narkoba sebaiknya bukan hanya dihukum sesuai dengan tindakannya tetapi juga diberikan pelatihan khusus. Seperti yang kita ketahui kebanyakan motif utama dari seorang pengedar Narkoba adalah tuntutan ekonomi. Pelatihan khusus yang diberikan haruslah sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah tersebut, misalnya pelatihan kerajinan atau pembudidayaan perikanan untuk pengedar Narkoba di Kepri, sehingga setelah keluar dari penjara Ia tidak kembali menjadi pengedar tetapi memilih pekerjaan yang baru. Jadi diharapkan dengan bekal yang dimiliki, seseorang dapat keluar dari kerja ilegal menjadi pekeja legal.
Membebaskan generasi penerus dari Narkoba berarti membebaskan Kepri dari kelamnya masa depan Kepri. Dengan partisipasi seluruh masyarakat, Kepri dapat membebaskan diri dari pengaruh penyalahgunaan Narkoba. Dan pada saatnya nanti. Kepri akan berkancah dan maju di dunia internasional tanpa beban sebagai gudang Narkoba.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar